YSEALI Story in Vietnam Day 1

Satu tahun yang lalu saya memiliki cerita menarik ketika mengunjungi Vietnam. Di sana, saya mengikuti sebuah program yang bernama Young South East Asian Leaders Initiative atau yang biasa disebut YSEALI, suatu program pengembangan kepemimpinan yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama sejak tahun 2013. Cara mendaftarnya pun gampang, tinggal masuk ke laman resmi YSEALI kemudian daftarkan keanggotaan YSEALI dengan mengisi form yang berada di sebelah kanan layar. Setelah itu pilih program yang tersedia, apakah itu Regional Workshop, Academic Fellowship, Professional Fellowship, Exchange Program, atau Grant Competition.


Baca juga cerita YSEALI Generation: Power of Entrepreneurship


Nah saya sendiri mendaftar Program Regional Workshop yang bertema kewirausahaan dengan tajuk “YSEALI Generation: Power of Entrepreneurship” yang berlangsung dari tanggal 27 hingga 31 Mei 2015 di Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Alhamdulillah dari sebanyak 1472 pendaftar dari seluruh negara yang ada di Asia Tenggara, saya termasuk ke dalam 60 peserta yang beruntung untuk mengikuti program tersebut. Menariknya, setelah saya dinyatakan terpilih sebagai peserta program tersebut, saya langsung dihubungi untuk mengisi data lengkap dan konfirmasi kesediaan untuk pengarahan sebelum keberangkatan melalui video conference. Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak dikenakan biaya sepeserpun alias GRATIS!  Mulai dari transportasi, akomodasi, hingga materi yang disampaikan. Wah makin asik aja nih bak dapat durian runtuh pokoknya.

Setelah semua kelengkapan administrasi dan pengarahan telah didapat, akhirnya tiba saatnya untuk mengikuti acara tersebut dengan terbang langsung menuju Vietnam! Pada tanggal 27 mei 2015, masing-masing peserta mulai berangkat dari negaranya masing-masing menuju Ho Chi Minh City. Total delegasi dari Indonesia sebanyak 11 tapi yang berangkat dari bandara Soekarno-Hatta sebanyak 6 orang, sisanya berangkat dari kota Surabaya dan bahkan ada yang sudah berangkat lebih awal beberapa hari sebelumnya.

transit malaysia
Menunggu Transit di Malaysia

Saya sendiri berangkat dari Jakarta dengan jadwal penerbangan pukul 06.25 pagi menuju Kuala Lumpur, Malaysia untuk transit. Walaupun sempat ada masalah koper yang tertinggal dan waktu transit yang singkat tidak menurunkan semangat kami untuk melanjutkan perjalanan ke Ho Chi Minh City, Vietnam. Pukul 12 siang kami telah sampai di kota Ho Chi Minh dan dijemput oleh panitia yang telah menunggu di sana, Kamipun bergerak menuju hotel Intercontinental. Sesampainya di hotel, setiap peserta melakukan registrasi ulang dan mendapatkan workshop kit kemudian istirahat sejenak di kamar hotel setelah melakukan perjalanan jauh dari negara asalnya. Saya sangat beruntung mendapatkan rekan satu kamar Benjz Sevilla atau sering dipanggil Jigs yang berasal dari Filipina, beliau seorang sarjana teknik elektronika dengan ide brilian dalam mengembangkan penggunaan ICT untuk membantu pembangunan nasional.

 

YSEALI Vietnam

Para peserta sangat antusias mengikuti acara pembukaan dan makan malam yang diiringi dengan pagelaran budaya lokal dari Vietnam sendiri di Ballroom Hotel tempat kami menginap. Seluruh peserta termasuk mentor dan panitia memakai baju adat khas negaranya masing-masing. Pada mulanya saya sedih karena koper yang berisi perlengkapan baju adat saya masih “berjalan-jalan” di luar sana, sehingga saya harus merelakan tidak memakai baju adat khas sunda yang telah saya persiapkan sebelumnya. Walaupun demikian, saya sangat bersyukur karena sesama delegasi dari Indonesia saling pengertian, rekan saya Angga Dunia Saputra dan Setra Yappi sangat baik hati meminjamkan saya pakaian untuk mengikuti acara Galla Dinner. Akhirnya saya memakai batik guna memperkenalkan budaya Indonesia secara global pada sesi networking. Para peserta mendapatkan arahan mengenai kegiatan yang akan dilakukan selama 5 hari ke depan, merancang tujuan utama mereka bergabung kemudian kami dibagi menjadi beberapa tim.

David Gardner
Me and David Gardner, CEO Color Jar

Setiap tim didampingi oleh satu mentor dan saya sangat bersyukur bisa dimentori secara langsung oleh David Gardner, Founder & CEO ColorJar, yang pernah dianugerahi sebagai salah satu Under 35 Entrepreneur of The Year oleh Empact di PBB pada tahun 2014 dan beliau juga menerima penghargaan Empact100 award di Gedung Putih sebagai salah satu dari Top 100 Entrepreneurs Under 30 di Amerika Serikat pada tahun 2011. Pria dengan tinggi 2 meter lebih tersebut sangat handal dalam mengelola tim, memotivasi dan menampung aspirasi dari anggotanya, hal tersebut terlihat ketika bersama dengan 10 peserta dari negara lain, kami membentuk tim yang bernama Futurise.

Nah sekian dulu aktivitas hari pertama, selanjutnya kita sambung nanti ya di cerita YSEALI Day 2!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *