ASVI 2013: Persiapan Keberangkatan

ASVI atau ASEAN Students Visit India merupakan salah satu program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) yang berada di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora). Mengikuti suatu program PPAN tidaklah mudah karena perlu mengikuti beberapa alur seleksi yang dilakukan oleh instansi terkait dalam hal ini Kemenpora. Sebenarnya ada berbagai cara penyeleksian peserta PPAN diantaranya oleh Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) masing-masing Provinsi, melalui universitas, serta secara online melalui media partner resmi seperti oleh anakmuda.net seperti pada ICHYEP atau Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Tiongkok pada 2015 lalu.

Pada tahun 2013 lalu, tema yang diangkat oleh ASVI adalah mengenai kewirausahaan sehingga target pesertanya adalah pemuda yang aktif dalam bidang kewirausahaan. Proses penyeleksian dilakukan oleh pihak universitas, dalam hal ini direkomendasikan oleh rektor masing-masing universitas. Saya termasuk salah satu yang beruntung karena direkomendasikan oleh pihak universitas untuk mengikuti program ASVI 2013. Hal tersebut tidak lepas dari berbagai prestasi dan kegiatan dalam bidang kewirausahaan yang saya jalankan selama berada di Universitas Padjadjaran.

Adapun sebelum keberangkatan para peserta diwajibkan melengkapi data administrasi seperti form pendaftaran, pendaftaran Visa online, dan mengirimkan dokumen untuk melengkapi administrasi sebelum keberangkatan. Semua biaya selama program ditanggung oleh pihak penyelenggara, dalam hal ini Kemenpora, Dispora masing-masing Provinsi dan Pemerintah India Melalui CII, tapi tidak termasuk biaya pembuatan Passport karena ditanggung oleh masing-masing peserta.

Setelah semua persyaratan administrasi terpenuhi, maka Surat Keputusan (SK) dari pusat akan keluar sebagai tiket kita mengikuti Pre-Departure Training (PDT) atau pelatihan persiapan menjelang keberangkatan. Hasilnya terpilih sebanyak 24 pemuda berprestasi dari universitas yang berbeda di Indonesia, sebanyak 12 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Sebelum dipertemukan secara langsung pada PDT, para delegasi dikumpulkan melalui media sosial untuk saling mengenal dan berkoordinasi mengenai kebutuhan apa saja yang harus disiapkan. Lalu program PDT dilakukan selama empat hari yakni pada tanggal 18-21 September 2013 di Hotel Pitagiri, Jakarta.

Hari pertama, peserta datang dari masing-masing daerah untuk melakukan registrasi dan mendapatkan kamar secara sharing room dengan peserta lain. Saya sendiri mendapat satu kamar dengan Iman, seorang mahasiswa asal ITB. Setelah itu, semua peserta dikumpulkan oleh panitia, yakni alumni ASVI tahun sebelumnya serta pihak dari Kemenpora pada sesi perkenalan dan dilanjutkan dengan pembagian tugas yang akan diemban selama berada dalam program tersebut. Setiap posisi dipegang oleh dua orang yang nantinya dipasangkan sebagai tim sehingga bisa saling melengkapi satu sama lain. Saya sendiri terpilih sebagai sekretaris bersama dengan Hedwig Ajeng Grahani dari Universitas Guna Dharma.

_DSC0122
ASVI 2013

Di hari kedua kami bergegas menuju kedutaan Besar India untuk pendaftaran Visa serta bertemu dengan Duta Besar India untuk Indonesia. Ajang silaturahmi ini digunakan untuk beradaptasi dengan budaya di India, kami sendiri mencoba beberapa macam makanan khas India seperti Gulab Jamun (semacam manisan). Setelah selesai membuat Visa di kedutaan kami bergegas kembali ke penginapan untuk segera mengikuti acara pembukaan acara oleh pihak Kemenpora dalam hal ini Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda. Kami diberi arahan mengenai visi dan misi yang harus dilakukan, bagaimana bersikap saat menjadi duta muda negara di negara tujuan, serta apa yang harus kami lakukan untuk negara setelah pulang dari penugasan tersebut. Setelah itu, acara kemudian ditutup dengan latihan kesenian di penginapan, seperti tari daerah dan seni musik yang akan ditampilkan para delegasi dalam acara Cultural Performance saat di India nanti.

_DSC0239
Latihan CP ASVI Indonesia 2013

Hari ketiga diisi dengan pembekalan materi mengenai kewirausahaan, kepemudaan, dan kepemimpinan, salah satunya adalah pemberian materi mengenai Character Building oleh Bapak Erie Sudewo, salah satu penggagas lembaga Dompet Dhuafa. Setelah itu pada sore harinya dilanjutkan sharing bersama alumni mengenai hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan tidak perlu dilakukan saat berada di India, serta kroscek perlengkapan setiap peserta karena sebagai sebuah tim, kami dituntut untuk kompak dan agar saling mengingatkan dengan yang lain. Kegiatan kemudian ditutup dengan latihan kesenian.

_DSC0190
Delegasi ASVI Indonesia 2013

Hari terakhir, saatnya keberangkatan menuju India. Setiap delegasi harus sudah siap dengan perlengkapan dan tugasnya masing-masing. Sebelum berangkat menuju airport, kami berdoa bersama dan berikrar untuk saling menjaga satu sama lain serta menjaga nama baik Indonesia selama menjadi Duta Muda di India. Situasi menjadi haru  ketika di airport kami menyadari akan meninggalkan Tanah Air tercinta ini dalam waktu yang tidak sebentar.

2 Comments

  1. What a wonderful story !!! Nambah semangat saya untuk join di program ASVI..
    Kak boleh minta email atau whatsApp nya? Saya mau nanya beberapa hal tentang program ini.. Kebetulan bulan depan di provinsi saya sulawesi selatan udah proses seleksi..

    Terima kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *